Desa Senaru adalah pintu gerbang untuk memasuki Taman Nasional Gunung Rinjani, yang paling dikenal untuk program pendakian Rinjani tiga hari ke puncak gunung tertinggi kedua di Indonesia (3726m). bagi masyarakat Lombok, terutama penduduk asli Sasak yang beragama islam dengan adad Wattu Telu dan masyarakat Hindu Bali, gunung berapi ini dianggap sebagi tempat suci dan keramat serta tempat bersemayamnya roh dan para dewa. Kawahnya yang menakjubkan, Danau Segara Anak merupakan tujuan banyak peziarah dimana mereka memberikan sajian di air danau dan tempat ini berdekatan dengan kolam air panas yang digunakan sebagai tempat mandi untuk menyembuhkan penyakit.
Desa pegunungan Senaru yang dingin dan ditumbuhi bunga-bunga pada lereng Gunung Renjani yang terbentang sepanjang lereng bukit dengan jalan berliku-liku di atas Desa Bayan. Pemandanganya indah dan perjalanya membutuhkan waktu 2,5 jam dari Mataram atau Senggigi ke Senaru. Desa ini meliputi berapa dusun yaitu Dusun Senaru, Batu Koq dan Tumpang Sari, dan semuanya menyediakan penginapan yang sederhana dengan losmen yang memiliki pemandangan yang indah.
Pusat informasi Pendakian Rinjani terletak di bagian paling ujung dari desa ini dimana pendakian dimulai. Tempat ini menyediakan informasi mengenai Pendakian Rinjani, Taman Nasional, Adat Sasak dan beragam kegiatan ekowisata bagi pengunjung ke Senaru. Karcis masuk ke Taman Nasional dan Desa dibayar disini, dan semua porter bagi pendaki harus dipesan melalui Kelompok Porter Desa Senaru yang juga bertempat di Pusat Informasi Pendaki Rinjani. Peramuwisata desa, termasuk beberapa orang perempuan setempat, telah dilatih secara khusus untuk memandu pengunjung di sekitar desa. Gunakanlah pemandu wisata melalui Pusat Informasi Pendakian Rinjani atau losmen untuk mengatur liburan Anda. Beberapa pilihan terbaik adalah seperti di bawah ini.
Air terjun.
Pemandangan yang paling terkenal di Senaru adalah air terjun Sindang Gila yang mampu menarik ribuan wisata Indonesa dan Manca Negara setiap tahun. Lokasinya terletak sekitar 600 meter diatas permukaan laut, air terjun ini mudah dicapai dengan melewati jalan tangga kebawah sekitar 20 menit dari Desa Senaru. Perjalanan kembali yang paling menyenangkan sebagi alternative adalah menyusuri pinggir lembah yang agak curam mengikuti saluran irigasi.
Untuk yang lebih menantang, Airterjun Senaru yang kedua yaitu Tiu Kelep, perjalanannya menempuh waktu satu jam kebagian hulu atas dari Sindang Gila. Perjalanan diatas batu-batu melewati hutan tropis diimbangi dengan keindahan air terjun dan berenang di kolamnya yang dalam. Penduduk setempat percaya setiap Anda berenang membuat Anda kembali 1 tahun lebih muda.
Air terjun ketiga di Senaru, Betara Lenjang benar-benar merupakan petualangan ke hutan hujan yang terbatas bagi para pemanjat tebing dengan pemandu dan peralatan. Utarakan maksud Anda di Pos Wisata terpadu.
Satwa liar
Pada pagi dan sore hari di Senaru kemungkinan Anda dapat melihat burung-burung yang menarik, kupu-kupu dan paling tidak satu atau dua jenis kera yang tinggal di hutan sekitar. Binatang berekor panjang dengan bahasa setempat di kenal dengan sebutan Kera sering duduk di jalan raya. Jenis yang lebih langka kera berbulu hitam abu-abu keperakan dan kera hitam atau lutung yang kadang-kadang terlihat dihutan sekitar air terjun.
Desa Tradisonal Senaru.
Mengunjungi Desa Teradisonal Senaru, yang berada di sebelah Pusat Informasi Pendakian Rinjani dimana jalan mulai naik ke Rinjani, merupakan tempat yang menarik denagan meminta pemandu lokal untuk menunjukan kepada Anda setuasi sekitar. Penduduk Sasak menjadi penghuninya merupakan penjaga budaya Gunung Rinjani dan hutan di sekitarnya dan menjaga nilai-nilai spiritualnya. Kunjungan dengan pemandu mencakup kesempatan mengalami kehidupan sehari-hari di desa, kunjungi rumah alang-alang dan kebun buah serta bumbu-bumbu mereka. Untuk pemandangan yang romantis, mintalah untuk diperlihatkan pemandangan matahari terbenam dimana Anda bias melihat pemandangan matahari tropis terbenam dikejauhan angkasa di Bali.
No comments:
Post a Comment